<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar untuk JAMBUDIPA Weblog's</title>
	<atom:link href="http://jambudipa.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jambudipa.wordpress.com</link>
	<description>Media Silaturahmi &#38; Aspirasi Urang Lembur</description>
	<lastBuildDate>Fri, 09 Jan 2009 03:50:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Komentar di Adep Bertahan Membuat &#8220;Mangsi&#8221; oleh Tedi Permadi</title>
		<link>http://jambudipa.wordpress.com/2008/05/16/adep-bertahan-membuat-mangsi/#comment-3</link>
		<dc:creator>Tedi Permadi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Jan 2009 03:50:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jambudipa.wordpress.com/?p=9#comment-3</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum Wr. Wb.

Saya pertama kali mengunjungi kediaman Pak Adep dan Ibu Enung di sekitar tahun 1998, waktu itu hanya bertemu dengan Ibu Enung dan Alhamdulillah mendapatkan informasi yang berkenaan dengan pembuatan &quot;Mangsi Gentur&quot;.

Berkaitan dengan informasi yang saya dapatkan, beberapa kali saya perkenalkan keberadaan &quot;Mangsi Gentur&quot; kepada masyarakat dengan cara-cara yang saya mampu.


Alhamdulillah saat ini sudah banyak kalangan masyarakat, umumnya dari kalangan non-santri yang mengenal keberadaan &quot;Mangsi Gentur&quot; ini.

Mudah-mudahan dengan kepedulian kita semua, kearifan tradisional milik kita bisa terselamatkan.

Sukses untuk Pak Adep dan Ibu Enung.. Maaf jika pada pertemuan kita terdahulu tidak berlanjut pada hal-hal yang bersifat kongkrit.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum Wr. Wb.</p>
<p>Saya pertama kali mengunjungi kediaman Pak Adep dan Ibu Enung di sekitar tahun 1998, waktu itu hanya bertemu dengan Ibu Enung dan Alhamdulillah mendapatkan informasi yang berkenaan dengan pembuatan &#8220;Mangsi Gentur&#8221;.</p>
<p>Berkaitan dengan informasi yang saya dapatkan, beberapa kali saya perkenalkan keberadaan &#8220;Mangsi Gentur&#8221; kepada masyarakat dengan cara-cara yang saya mampu.</p>
<p>Alhamdulillah saat ini sudah banyak kalangan masyarakat, umumnya dari kalangan non-santri yang mengenal keberadaan &#8220;Mangsi Gentur&#8221; ini.</p>
<p>Mudah-mudahan dengan kepedulian kita semua, kearifan tradisional milik kita bisa terselamatkan.</p>
<p>Sukses untuk Pak Adep dan Ibu Enung.. Maaf jika pada pertemuan kita terdahulu tidak berlanjut pada hal-hal yang bersifat kongkrit.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Pelestari Lampu Antik Gentur oleh retno hadi</title>
		<link>http://jambudipa.wordpress.com/2008/05/16/pelestari-lampu-antik-gentur/#comment-2</link>
		<dc:creator>retno hadi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Oct 2008 04:26:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jambudipa.wordpress.com/?p=10#comment-2</guid>
		<description>Yth, Ibu/Bapak,

Saya tertarik untuk tahu lebih kanjut mengenai lampu Gentur. Apa kah ada no telp perajin yang bisa saya hubungi ?

Terima kasih banyak dan Salam,
Retno</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yth, Ibu/Bapak,</p>
<p>Saya tertarik untuk tahu lebih kanjut mengenai lampu Gentur. Apa kah ada no telp perajin yang bisa saya hubungi ?</p>
<p>Terima kasih banyak dan Salam,<br />
Retno</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
